Sedikit catatan, renungan, hobi, musik, puisi, kisah, bahkan pertanyaan sehari-hari mengenai apa saja.
Wednesday, March 9, 2011
Aku Hanya Budak
Biasanya, ketika membaca Alkitab, ada beberapa kisah ataupun ayat yang menarik perhatianku. Berikut ini merupakan salah satunya yang akhirnya membuatku ingin menulis ini:
Lukas 17:7-10 Tuan dan Hamba
7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! 8.Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. 9. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? 10. Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
Ketika mamahami kisah di atas, aku jadi menyadari bahwa aku hanyalah seorang hamba (bahasa Yunaninya: doulos yang artinya hamba, budak) yang tak memiliki hak apa pun. Aku tidak berhak mengklaim apa pun terhadap tuan saya. Tuan saya tidak pernah berutang terhadap saya. Justru aku harus bersyukur karena sudah menjadi miliknya. Yang perlu aku kerjakan adalah kewajiban, ya hanya kewajiban yang ditugaskan sebagai hamba.
Siapakah tuan saya? Tuan saya adalah Bapa di Surga. Maafkan aku Bapa, ketika berdoa, aku terlalu banyak menuntut-Mu untuk memberi atau melakukan ini dan itu. Aku ingin punya mobil, aku ingin punya rumah bagus, aku ingin kaya raya, aku ingin sembuh, dan sebagainya. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari, aku kadang “memaksa”-Mu untuk bertindak sesuai kehendakku. Siapakah aku Bapa yang berani-beraninya memerintah diri-Mu? Bukankah sebaliknya?
Kalaupun aku sudah melakukan tugas-tugasku, aku tak boleh mengharapkan pujian ataupun hadiah dari sesama, apalagi dari-Mu. Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan. Itu saja. Segala harapan dan doa-doaku, seiring dengan usaha dan kerja kerasku, aku yakin Bapa mendengar. Kalaupun terkabul, itu adalah karena kemurahan-Mu saja, belas kasihan-Mu kepadaku, bukan karena perbuatanku. Inilah imanku. Simpel sekali. Tidak perlu menengkingi, mengklaim macam- macam, karena Tuhan Yesus sendiri mengajarkan: Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Surga.
*Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.
Sumber foto: www.paintingsilove.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment